jtemplate.ru - free extensions for joomla

Menangkap Kesempatan Langka, Belajar Langsung dari Geeta S. Iyengar

Buat praktisi yoga Iyengar, Pune pasti termasuk kota impian yang ingin dikunjungi. Di kota asal olahraga bulutangkis ini almarhum BKS Iyengar pernah berdiam. Hingga kini warga dari berbagai belahan dunia berkunjung ke Pune untuk belajar di Ramamani Iyengar Memorial Yoga Institute atau dikenal dengan nama RIMYI.

Dalam kesempatan yang langka awal Desember silam praktisi Iyengar dari seluruh dunia menimba ilmu langsung dari Geeta S. Iyengar. Latihan yoga memang dapat dilakukan di mana saja. Tetapi latihan yoga bersama seribu orang dari seluruh dunia dan diawasi langsung oleh Geeta S. Iyengar merupakan pengalaman luar biasa buat Kharis Muhammad. “Itu pertama kali saya pergi ke India. Gak nyangka bisa yoga dilatih langsung Geetaji,” ujar praktisi yoga berusia 25 tahun itu.

Geeta S. Iyengar adalah puteri sulung pendiri yoga Iyengar, BKS Iyengar dan termasuk guru senior yang sangat disegani. Di tengah pelaksaan workshop, pada 7 Desember 2014 Geeta merayakan ulang tahun ke-70.

“Kesempatan ikut workshop bersama Geetaji ini sangat langka. Peserta workshop disyaratkan minimal sudah latihan selama tiga tahun,” ujar Yusni Irene yang memimpin enam orang pelaku yoga dari Jakarta untuk mengikuti acara yang berlangsung 10 hari itu. Kharis sangat terkesan ketika dalam workshop tersebut melakukan gerakan headstand bersama-sama sekitar seribu orang dari banyak negara di stadion bulutangkis di pinggiran kota Pune. “Luar biasa rasanya,” aku pria yang mendapat banyak pelajaran baru perihal pranayama dari kuliah Geetaji.

“Workshop bersama Geetaji di Pune 1-10 Desember 2014 lalu adalah acara berskala internasional yang diikuti peserta dari 57 negara dengan beragam latar belakang dan pengalaman dalam beryoga Iyengar. Merasakan diajar langsung oleh Geetaji dan mendapatkan inspirasi dari cara mengajarnya merupakan pengalaman sangat berharga,” kata Meiske Surjadinata, praktisi yoga dari Jakarta. Ia menambahkan, ”Kekuatan Geetaji berbagi ilmu yoga tanpa mengenal batas asal usul, gender, usia serta komitmennya yang terlihat besar terhadap yoga membulatkan tekad saya untuk semakin mendalami yoga Iyengar.”  Menurutnya, Geetaji juga sangat memperhatikan anak-anak. Buktinya, ia memberikan demonstrasi kids yoga di hari ketujuh workshop, hari ulang tahunnya.

Hal lain yang meninggalkan kenangan indah bagi Meiske adalah bertemu secara langsung dan mendapatkan tandatangan di buku Iyengar Yoga for Motherhood karya Geetaji. “Dalam kesempatan itu saya mengatakan kepada Beliau, it’s a blessing to have you in this yoga world. Namaste,” kisahnya. 

Mulai sekitar tahun 1980, masyarakat internasional datang ke Pune bukan hanya belajar yoga Iyengar. “Orang dari berbagai bangsa juga datang belajar meditasi atau spiritualisme di Osho,” ujar Yusni.  Osho terletak di sebuah daerah yang rindang dengan pohon-pohonan dan jauh dari hiruk pikuk lalu lintas Pune. Kondisi itu mengingatkan orang Jakarta pada daerah pemukiman Menteng.

Saat tiba di Ohso sore hari mendekati pukul empat, tempat itu sudah tutup. Dari luar, Osho terlihat asri dengan bangunan yang baru ddan indah. Para peserta di tempat itu tampak lalu lalang mengenakan pakaian dengan warna senada - marun.

Rickshaw alias bajaj adalah transportasi andalan untuk menjelajahi Pune. Taksi kurang dapat diandalkan. “Sebenarnya ada juga taksi. Kita diharuskan reservasi. Sayangnya, taksi itu sering tak muncul,” cerita Meiske. Sebenarnya, ada argo yang bisa jadi patokan untuk membayar ongkos bajaj. Namun sebagian besar supir bajaj memilih tawar menawar. Kita harus berani tawar menawar karena tak jarang para supir itu memberi harga yang mahalnya kelewatan. Modus lainnya, supir meminta argo plus tambahan Rs 50. Ternyata, argo berjalan lebih cepat dari seharusnya alias argo kuda.

Tidak semua supir bajaj yang ditemui berlaku seperti itu. Dalam perjalanan dari penginapan ke Ramamani Iyengar Memorial Yoga Institute, kebetulan supirnya baik hati. Tak banyak cakap, ia langsung mempersilakan masuk dan menyalakan argo. Angka yang tertera ketika sampai hanya Rs 60. Ia menolak ketika diberi Rs 100 dan memilih pembayaran sesuai argo.

Bajaj juga yang membawa para praktisi yoga jalan-jalan ke Laksmi Road seusai workshop. Di tempat itu segala jenis buah tangan dari India bisa dibeli seperti kain sari dan pashmina serta cindera mata lain. Daerah ini mengingatkan pada deretan toko tekstil di Mayestik Jakarta.

Di salah satu sudut pertokoan itu ada warung cai yang sangat lezat. Cai adalah teh susu dengan bumbu khas India. Warung cai ini kecil dan tersembunyi di antara toko-toko kain namun soal rasa dan aroma, rasanya belum ada yang bisa menandingi kenikmatan cai di warung itu.

 

Kemudian, Yusni yang setiap tahun berkunjung ke Pune merekomendasikan sebuah kafe bernama Vaishali. Banyak orang terlihat antre untuk bersantap di tempat itu. Begitu mendapatkan tempat duduk, pelayanan kafe ini lumayan efisien dan cepat. Dalam waktu singkat, tersajilah aneka hidangan yang dipesan. Hidangan favorit di tempat itu adalah dosa, sejenis krep besar yang digulung di atas piring. Nikmat!

-Dyah DT